Kayana Kopi Batang, Kenikmatan Kopi Di Pusat Kota Batang

Sudah lama sekali sih saya tidak pernah keluar rumah saat tahun baru. Kayaknya terakhir kali keluar rumah saat tahun baru sewaktu jaman masih menjadi mahasiswa S1 dulu. Setelah itu, rasanya males banget deh keluar rumah saat tahun baru di kota Malang maupun kota Batu karena bisa dipastikan bakal macet di jalanan. Nah, tahun baru kemarin, kebetulan saya menghabiskan waktu bersama suami di rumah orang tua di Batang. Rencana awal sih cuma pingin langsung tidur dan melewatkan tahun baru. Tapi kok mendadak saya iseng pingin keluar untuk menikmati keramaian alun-alun Batang. Setelah muter-muter sebentar sambil mencari nasi goreng pete, saya meminta suami agar kami mampir lagi buat ngopi di Kayana Kopi Batang. Jadilah kami ngopi sampai tengah malam di Kayana sambil menikmati suara kembang api yang berasal dari keramaian perayaan tahun baru di alun-alun Kota Batang.

Saat kami ke Kayana Kopi jam 9 malam, tidak banyak pengunjung yang sedang ngopi di sana. Baru sekitar jam 10 malam, para pengunjung berdatangan hingga kursi di luar ruangan penuh dengan orang. Sejak awal dibuka pada bulan Juni tahun 2017, saya sudah tiga kali ke sini. Kesan pertamanya adalah pemilik Kayana Kopi tidak hanya mencari profit tapi benar-benar niat menjual kopi. Gimana enggak, dengan lokasi yang strategis di jalan Ahmad Yani dan berada tidak jauh dari alun-alun Batang, Kayana kopi yang cukup luas tidak didesain dengan memanfaatkan setiap sudutnya dengan penuh kursi dan meja agar memuat banyak pengunjung. Dinding dan kusen pintu jendela didominasi hanya 2 warna yaitu abu-abu dan putih. Serta kursi dan meja ditata dengan konsep simple dengan perpaduan warna cokelat, tosca, dan warna-warna lembut lainnya. Saat pertama kali kesana, saya langsung jatuh cinta dan seperti menemukan sebuah tempat untuk menulis blog sekaligus melarikan diri dari keramaian.

Karena sebelumnya sudah pernah ke Kayana Kopi, jadi saya dan suami lumayan akrab dengan para Barista di sini yang sangat ramah dan senang ngobrol tentang kopi. Cocok deh kalo ngobrol sama suami. Kami sempat ngobrol tentang dunia per-kopi-an di Batang serta prospek bisnis kopi ke depannya. Obrolan kami nyambung ke Tombo Coffee dan event-event berkaitan dengan kopi yang diadakan oleh Batang Menyeduh. Saya malah sempat curhat sama mas Yoga, salah satu Barista, kalo saya tidak bisa minum kopi karena punya sakit maag yang gampang kambuh kalo minum kopi walau sedikit. Langsung deh, si mas Yoga menawarkan satu botol Cold Brew gratis untuk saya coba. Duh, jadilah saya coba minum sedikit. Maag saya sih tidak kambuh, tapi semalaman mata saya tidak bisa terpejam sampai jam 3 pagi. Duh kah ! Lebai amat yah.

Baca juga : Tombo Coffee, Seduhan Biji Kopi Dari Pantura Jawa

Selain desain interior dan nuansa warna-warna lembut yang bikin saya betah berlama-lama di Kayana Kopi, ada satu hal yang bikin saya yakin Kayana Kopi adalah sebuah proyek idealis dari pemiliknya yaitu menu-menu yang disajikan. Menu minuman utama di Kayana Kopi adalah kopi dengan berbagai macam biji dari berbagai daerah yang sering berganti-ganti, sedangkan menu non kopi ada kategori menu Smoothies, Blend, Squash/Moctail, Fresh Juice, Chocolate, Green Tea, dan lain-lain. Kayana Kopi memiliki menu khas racikan sendiri yang diberi nama Kayan Coffee Lover (Blend).

Baca juga : Kuliner Batang : Bioskop Mie & Kopi

Sedangkan untuk menu makanannya, Kayana Kopi hanya menyediakan cake. Tidak ada camilan-camilan seperti di kafe-kafe pada umumnya. Minuman di Kayana Kopi harganya berkisar antara 15.000 rupiah s.d. 25.000 rupiah. Sedangkan untuk cake seharga 25.000 rupiah. Cake di Kayana Kopi benar-benar enak dan lembut banget di lidah.¬†Kue-kue yang pernah saya coba adalah Cheese Cake (25k) dan Choco Almond Cake (25k). Setelah saya tanya ke mas Yoga mengapa tidak ada menu camilan selain cake, kata dia sengaja tidak ada menu camilan agar pada Barista hanya berkonsentrasi untuk membuat kopi tanpa perlu sibuk dengan menyediakan menu makanan lainnya. FYI, pastry yang ada di Kayana Kopi itu buatan sendiri dan hanya bertahan di rak selama 2 hari. Jika lebih dari 2 hari maka kue harus ‘turun’ dari rak menuju perut para Barista. Hehehe.

Kalau sedang lewat jalur pantura dan sedang pingin ngopi, cobalah mampir ke kedai Kayana Kopi untuk sekedar melepaskan penat dari keramaian jalur pantura. Kalau kamu juga ingin menghindari kafe-kafe yang ramai atau bising dengan banyak pengunjung, coba juga ke sini. Dijamin deh bakal betah dan ketagihan pingin balik lagi.

 

Kayana Kopi

  • Alamat : Jalan Ahmad Yani (dekat alun-alun) Batang
  • Jam Buka : 10.00 s.d. 24.00 WIB
  • Harga : Rp.15.000 s.d. Rp. 25.000
  • Fasilitas : Parkir, Wifi, Colokan listrik, Toilet, Musholla

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *