Serunya Mudik Dengan Kereta Api Bareng Suami

mudik-kereta-3
Sekalipun ini tahun kedua pernikahan saya dengan suami, tapi ini untuk pertama kalinya kami mudik berdua dengan transportasi umum kereta api. Tahun sebelumnya, kami mudik ke kampung suami di Batang dengan bus malam. Saya sebenarnya bukan penggemar bus sih, kecuali terpaksa. Sedangkan suami, bukan penggemar kereta api karena dia lebih suka naik bus. Tapi tahun ini agak sedikit berbeda, saya berhasil meyakinkan suami agar kami berdua mudik ke Batang dengan kereta api. Hore !

Sebagai penggemar berat moda transportasi kereta api, saya selalu mengusahakan untuk pergi ke tempat atau kota lain dengan kereta. Baru jika tidak memungkinkan karena berbagai alasan, saya memilih moda transportasi lainnya. Apalagi sekarang kereta api di Indonesia benar-benar beda dengan jaman saya kecil dulu. Selain lebih nyaman, saya benar-benar merasa aman jika pergi sendirian dengan kereta.

Lebaran tahun ini, saya mempersiapkan tiket mudik jauh-jauh hari. Biasanya, tiket bus lebaran juga naik hampir 50 persen. Tahun lalu sewaktu mudik bareng suami, saya membayar tiket sekitar 200 ribu rupiah. Tahun ini, saya nego sama suami agar kami naik kereta saja. Setelah saya cek di situs KAI, ada kereta eksekutif Bangunkarta dari Jombang menuju Pekalongan  seharga 285 ribu rupiah. Berangkat dari Jombang jam 5 sore dan sampai di Pekalongan jam 12 malam.

mudik-kereta-2

Cukup kaget juga setelah tahu bahwa kereta eksekutif Bangunkarta cuma seharga 200ribuan, karena biasanya saya naik kereta ekonomi dari Malang ke Pekalongan harga tiketnya sekitar 260 ribu rupiah. Harga hampir sama tapi jenis keretanya beda banget. Satunya ekonomi dan satunya eksekutif.

Baca cerita saya saat staycation bareng suami di : Pengalaman Staycation di Ollino Garden Hotel

Akhirnya saya memutuskan untuk membeli tiket kereta setelah ada kepastian jadwal mudik. Kalau tahun lalu saya mudik di malam setelah sholat idul fitri, kali ini kami memutuskan untuk mudik ke Batang pada hari ke 2 Idul fitri dengan kereta Bangunkarta seharga 285 ribu rupiah. Sedangkan untuk tiket kereta pulang ke Malang, saya memilih kereta Jayabaya seharga 260 ribu rupiah. Jadwal Keberangkatan kereta Jayabaya dari stasiun Pekalongan adalah jam 6 sore dan tiba di stasiun Malang pada jam 3 pagi.

Beruntungnya, ketika akan memesan tiket kereta, beberapa teman blogger membagikan informasi tentang diskon tiap pembelian tiket kereta melalui traveloka. Lumayan banget dapat diskon 25 ribu rupiah. Jadi kereta Bangunkarta yang saya pesan tinggal 260 ribu rupiah. Sedangkan untuk tiket pulangnya, karena saya memesan sebelum tahu informasi tersebut, akhirnya saya tetap membayar 260 ribu rupiah. Sedihnya. Hiks. Hiks. *emak-emak penggemar diskonan*

mudik-kereta

Perjalanan dengan kereta api memang menyenangkan. Ada banyak sekali perbedaan kereta api sekarang dengan kereta api semasa saya kecil dulu. Sekalipun dulu manajemen kereta api cukup amburadul, saya tetap cinta kereta api. Dengan manajemen yang lebih profesional saat ini, cinta saya pada kereta api menjadi berkali-kali lipat. Bahkan, sekalipun harga tiket kereta api dua kali lipat dari harga tiket bis menuju pekalongan, saya tetap setia menggunakan kereta api. Saya lebih memilih memangkas pengeluaran saya yang lain untuk beli tiket kereta itu.

Nah, kalau mau dibuat list. Inilah alasan-alasan mengapa saya suka menggunakan kereta api jika sedang bepergian ke tempat atau kota yang lain.

PRAKTIS

Memesan tiket kereta api saat ini memang praktis. Kita tidak perlu lagi antri di loket pembelian di stasiun kereta. Tinggal buka situs resmi Kereta Api Indonesia (KAI) atau tinggal buka situs pemesanan tiket online lainnya di ponsel, saya sudah bisa dapat tiket kereta. Lalu saya tinggal pergi ke Indomaret atau Alfamart terdekat buat bayar tiket itu. Kadang, kalo di sekitar saya ada ATM, saya memilih membayar menggunakan ATM.

AMAN

Keamanan memang faktor yang harus diperhatikan kalau saya sedang bepergian, mengingat saya lebih sering bepergian sendirian. Bahkan saya hampir satu bulan sekali mendapat jatah giliran mengunjungi suami di Pekalongan. Otomatis, saya harus ekstra hati-hati memilih moda transportasi.  Saya merasa kereta api bisa memberi rasa Aman. Bahkan sejak masuk ke dalam stasiun kereta, sudah ada penjagaan ketat dari polisi kereta dan petugas keamanan sehingga hanya orang yang memiliki tiket dan sesuai identitas di tiket saja yang bisa masuk ke dalam stasiun.

Di dalam kereta pun, selalu ada petugas keamanan yang mondar-mandir dari gerbong satu ke gerbong lainnya. Pernah saya bepergian dengan kereta dan kebetulan kereta itu sedang kosong. Di dalam gerbong, saya adalah perempuan satu-satunya. Dan ketika menuju stasiun Malang, tinggal saya sendirian di gerbong itu. Maka seorang bapak petugas keamanan menyarankan saya pindah di gerbong depan agar saya tidak sendirian.

NYAMAN

Selain aman, kereta api saat ini benar-benar nyaman. Stasiun kereta sangat terjaga kebersihannya. Semua kereta sekarang sudah memiliki AC. Jadi jangan harap bisa merokok di dalam kereta, atau kamu akan diturunkan pada stasiun berikutnya. Di dalam kereta pun sangat terjaga kebersihannya. Toilet kereta menyediakan tisu gulung dan sabun cuci tangan serta ada petugas kebersihan di kereta yang mondar-mandir untuk mengangkut sampah penumpang.

Saya pernah mendapat pengalaman buruk ketika naik bus malam. Saat itu saya kebelet buang air kecil. Entah kenapa toilet tidak bisa digunakan dan terkunci rapat. Akhirnya saya harus menahan buang air kecil mulai dari Mojokerto sampai Malang. Sedih rasanya. Kalau naik kereta, saya tidak perlu khawatir, karena sejauh ini, air di toilet kereta tergolong lancar. Apalagi setiap gerbong kereta dilengkapi dengan 2 toilet pada ujung pintu masuk dan keluarnya.

Oiya, jangan khawatir. Sekalipun sekarang  pedagang asongan tidak diperbolehkan keluar masuk kereta, kita bisa memesan makanan dan minuman di restoran kereta. Ada petugas Reska (Restoran Kereta) yang akan berkeliling untuk menawarkan makanan dan minuman. Untuk menunya, ada berbagai macam pilihan menu karena Reska juga bekerja sama dengan beberapa vendor makanan terkenal seperti Solaria dan vendor lainnya. Harganya sih memang sedikit lebih mahal dari menu serupa di vendor yang sama. Tapi worth it lah daripada kita capek-capek mampir dulu ke vendor tersebut sebelum ke stasiun.

mudik-kereta-1

Itulah cerita saya sewaktu mudik dengan kereta api. Ayo berbagi cerita mudikmu lebaran kemarin !

 

 

You may also like

27 Comments

    1. AMiin. kereta api indonesia memang benar-benar sedang berbenah nih. Semoga kinerjanya lebih ditingkatkan lagi

  1. dulu waktu kuliah di luar kota masih sering naik KA.. memang lebih nyaman sekarang… cuman sekarang sudah kembali kerja di daerah asal.. jadi udah jarang banget…informatif banget mbak tulisannya… like it!

  2. Bagus ya sta Pkl sekarang. Aku pernah tinggal lama di Pkl tp kalau pergi2 lbh sering naik travel krn tujuannya nggak ada stasiun atau jalurnya. 🙂

  3. karena saya orang luar jawa dan kebetulan baru beberapa tahun ngerasain kereta api, sumpah rasanya mau lagi dan lagi. Padahal dulunya sering denger cerita2 naik kereta api yang bikin gerah

  4. Dulu menggunakan kereta api adalah makanan sehari2ku. Ya meski jarak yang dekat seperti Tangerang-bogor Dan sebaliknya.

    Naik kereta memang dirasa lebih nyaman ya Mba, ketimbang Naik bus. Itu sih yg saya rasa hehe

    1. Iyupss, aku merasa nyaman banget mbaak. Dan merasa aman sih untuk perjalanan jarak jauh. Tapi ya tetap harus waspada dimanapun kita berada ya mbak

  5. Dari dulu sepertinya naik kereta emang paling seru ya mbak, dibandingkan dg angkutan umum yang lain. Blm lagi dapet pemandangan yang cantik disetiap perjalanannya.

    haha traveloka ini emang suka banget bagi-bagi voucher, lumayanlah meski hanya 25rb.

    Btw salam kenal mbak Ria 😀

  6. Sudah lama nggak naik kereta. Dulu banget ketika suami masih dinas di Jakarta. Mudik lebih nyaman naik kereta. Sayangnya turun tidak bisa langsung di kotaku karena nggak ada stasiunnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *