Akhir Pekan di Kebun Teh Pagilaran Batang

kebun-teh-pagilaran-batang-4

Sabtu, tanggal 4 Maret 2017, saya dan suami berniat menjelajahi salah satu wisata di kabupaten Batang. Sebagai orang yang biasa traveling di akhir pekan, rasanya sudah lama saya tidak backpacker-an ke luar kota semenjak menikah. Terakhir kali kami pergi di akhir pekan pada bulan November ketika kami berdua menjelajahi kota Semarang. Nah, untuk kali ini, kami menelusuri kebun teh Pagilaran yang terletak di Kecamatan Blado Kabupaten Batang.

Kebun Teh Pagilaran sudah ada sejak jaman Belanda. Dari rumah suami saya di dekat pusat kota Batang, Kebun Teh Pagilaran dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan dengan kendaraan bermotor. Jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan hijau di samping kanan kiri jalan membuat kita tidak merasakan perjalanan panjang menuju kebun teh.

Perkebunan teh pagilaran didirikan Belanda pada tahun 1880. Namun, pada 1922, perkebunan ini dibeli Pemerintah Inggris, dan digabung dengan PT Pemanukan and Tjiasem Land’s hingga hak guna usaha-nya habis pada 1964. Pemerintah Indonesia menyerahkan pengelolaan perkebunan tersebut kepada Fakultas Pertanian UGM, dengan tujuan peningkatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus dijadikan sebagai perusahaan dengan nama PN Pagilaran dan berubah menjadi Perseroan Terbatas. (Sumber : http://indonesiaindonesia.com/f/101763-wisata-karpet-raksasa-kebun-teh-pagilaran/)

Selain menikmati hamparan tanaman teh, kita bisa juga menyaksikan proses pembuatan teh di abrik teh peninggalan Belanda yang sampai sekarang masih tetap beroperasi. Kita bisa memilih beberapa paket wisata yang ditawarkan seperti wisata petik teh, wisata ke pabrik melihat proses penanaman hingga pembuatan teh, hiking, treking, camping, dan lain-lain. Bahkan, kita bisa melakukan penelitian ataupun kunjungan ilmiah mengenai tanaman teh disini.

Ketika kami kesana, kami membayar 10 ribu rupiah / motor di gerbang bawah. Semacam pos jaga dengan tembok terbuka yang diisi oleh 3-5 orang. Disini kami tidak mendapat tiket sih. Baru ketika kami parkir di atas, kami membayar lagi sebesar 5 ribu rupiah per orang ditambah dengan 5 ribu rupiah. Kami hanya sebentar di kawasan kebun teh pagilaran bagian atas. Ada mainan anak-anak, flying fox, sungai kecil, jembatan gantung, dan beberapa spot foto. Karena cuma foto-foto dan belum berniat untuk membeli makanan atau minuman disini. Nah, untuk kamu yang ingin menginap, kami melewati losmen dan vila yang disewakan di sepanjang jalan dan  di sekitar kebun teh pagilaran dengan harga mulai dari 100ribu rupiah. Ada wisma dengan kapasitas 100 orang, dengan tarif antara 6o ribu – 80 ribu per malam. Selain itu ada homestay kapasitas 20 orang dilengkapi fasilitas air panas dengan tarif 250 ribu per malam. Fasilitas lainnya adalah adanya ruang rapat/sidang dengan kapasitas 50 orang dan gedung pertemuan dengan kapasitas 500 orang.

Sepulang dari Kebun Teh Pagilaran, saya mampir ke Felice Cafe yang terletak tidak jauh dari pom bensin Bandar. Tentang Felice Cafe bisa dibaca di postingan saya : Felice Cafe Bandar

Tunggu cerita saya selanjutnya tentang tempat-tempat wisata di daerah Batang dan Pekalongan.

Kebun Teh Pagilaran

  • Alamat website : http://www.agrowisatapagilaran.com/
  • Alamat Kantor Bagian Agrowisata : Pagilaran Kec. Blado Kab. Batang. Telp : 085642939936 (sms), 082137116614 (telepon), 085870156944 (telepon)
  • Harga Tiket Masuk : Rp.5.000/orang

You may also like

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *