De Tjolomadoe Karanganyar, Pabrik Gula Yang Disulap Jadi Destinasi Wisata

Pada tanggal 16 Mei 2018 lalu, saya, tanpa direncana, bisa mengunjungi De Tjolomadoe Karanganyar Jawa Tengah. Saat itu, saya bersama dengan peserta-peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Kementerian agama untuk wilayah Jawa Tengah mengunjungi Akademi Udara Republik Indonesia di Surakarta dalam rangka studi lapangan. Setelah selesai kegiatan studi lapangan, kami mampir ke De Tjolomadoe yang cuma ditempuh sekitar 10 menit dari AURI Surakarta atau sekitar 3,7 kilometer dari Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo. Meski saya berada di De Tjolomadoe cuma sekitar 1 jam, tapi saya lumayan bisa menikmati nuansa bangunan heritage dipadukan dengan taman-taman yang tertata rapi di luar bangunan.

Selain penyampaian materi di dalam kelas, salah satu rangkaian kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Kementerian agama yang harus saya ikuti adalah kegiatan Studi Lapangan. Kegiatan Studi Lapangan ini dilaksanakan untuk lebih menginternalisasi materi-materi yang disampaikan di dalam kelas dan menyaksikan praktik secara langsung di instansi atau lembaga pemerintah lainnya. Studi lapangan ini dilaksanakan di dua tempat. Pertama adalah di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional I Yogyakarta. Kedua, dilaksanakan di Akademi Udara Republik Indonesia (AURI) Surakarta. Pelaksanaan studi lapangan di BKN Yogyakarta dilakukan pada hari Jumat tanggal 11 Mei 2018, sedangkan pelaksanaan studi lapangan di AURI Surakarta dilakukan pada hari Rabu tanggal 16 Mei 2018.

Pada awalnya, bangunan De Tjolomadoe adalah Pabrik Gula (PG) Colomadu yang didirikan sejak tahun 1861 oleh Mangkunegaran ke-IV. Kemudian, pada tahun 1928, Pabrik Gula (PG) Colomadu mengalami perluasan area dan perombakan arsitektur. Setelah beberapa kali berganti kepemilikan dan berhenti beroperasi pada 1998, Pabrik Gula (PG) Colomadu lokasi kini mulai direvitalisasi sejak tahun 2017 oleh konsorsium bersama sejumlah BUMN dan pihak swasta, yaitu joint venture bernama PT Sinergi Colomadu, yang terdiri dari PT PP Tbk, PT PP Properti, PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko, serta PT Jasa Marga.

Revitalisasi ini tetap berusaha untuk mempertahankan kondisi bangunan awal Pabrik Gula (PG) Colomadu untuk melestarikan bangunan yang akan berfungsi sebagai pendidikan heritage tersebut namun juga menjadikan De Tjolomadoe sebagai kawasan wisata komersial. Mesin-mesin raksasa pabrik gula dipertahankan untuk memberikan wawasan sejarah, serta adanya penataan ruangan untuk gedung pertemuan dan gedung konser.

De Tjolomadoe mulai dibuka untuk umum mulai tanggal 24 Maret 2018 dengan ditandai oleh soft launching dan konser “Hitman David Foster and Friends”. Harapannya, De Tjolomadoe bisa menjadi pusat budaya, penyelenggaraan konser, dan tempat dihelatnya berbagai acara. Ada ruangan konser dengan kapasitas 3.000 orang, lokasi MICE (Meetings, Incentives, conferencing, exhibitions) berkapasitas 1.000 orang, juga stan kuliner dan kerajinan tangan di area komersial.

Bangunan De Tjolomadoe terbagi menjadi berbagai macam area : Stasiun Gilingan,  Stasiun Penguapan, Stasiun Karbonatasi, dan Stasiun Ketelan. Stasiun Gilingan difungsikan sebagai Museum Pabrik Gula. Stasiun Ketelan sebagai area Cafe dan Resto seperti Tjolo Koffie dan Besali Cafe serta street food festival. Stasiun Penguapan sebagai area Arcade, dan Stasiun Karbonatasi sebagai area Art & Craft. Selain itu, ada juga Tjolomadoe Hall sebagai concert hall, dan Sarkara Hall sebagai multi-function hall.

Saat saya ke sana, di beberapa masih ada perbaikan di beberapa bagian bangunan. Tiket masuknya sih masih gratis, tidak tahu kalau sekarang. Karena kabarnya, nanti kalau masuk ke De Tjolomadoe ada tiket masuknya. Tempat parkirnya luas banget meski area sholat dan toilet di dekat tempat parkir cukup sempit. Tapi begitu saya mencoba masuk ke toilet di dalam gedung, baru ada banyak toilet dan lebih bersih daripada toilet di dekat tempat parkir. Karena saya mengikuti rombongan yang cuma ‘mampir’ jadi saya tidak punya cukup banyak waktu untuk mengeksplore tiap sudut bangunan di De Tjolomadoe. Semoga foto-foto yang sempat saya ambil ini bisa memberi sedikit gambaran tentang wisata baru De Tjolomadoe yang instragramable ini.

Jadi, kalau sedang liburan ke Solo atau ke Karanganyar, coba deh mampir ke De Tjolomadoe !

Es Coklat ala Tjolo Koffie (20k)

 

 

De Tjolomadoe

  • Alamat : Jalan Adi Sucipto No 1 Karanganyar
  • Jam Buka : 10.00 – 22.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk : gratis
  • Fasilitas : Toilet, Musholla, Area Parkir

 

 

 

You may also like