Indah Pada Waktunya, Benarkah? (Part. 3)

Dua bulan berlalu. Terkadang aku masih tidak percaya sudah berstatus sebagai istri. Dua bulan yang terangkum dalam tiga kalimat. Pertemuan singkat di akhir pekan. Percakapan lewat aplikasi di telepon pintar. Perdebatan tidak penting tentang urusan biologis. Semua kami lalui seperti sedang pacaran. Riak kecil pasti ada. Tapi marilah dihadapi dengan senyum meringis dan guyonan garing ala aktivis.

Di hari ini, bertepatan dengan hari perempuan internasional, aku cuma bisa mengucapkan doa-doa baik lewat telepon dan ucapan lewat akun ini.
Selamat ulang tahun, sayang.
Terima kasih telah bertahan selama sepuluh tahun kebersamaan kita. Terima kasih telah membuatku jatuh cinta. Konon, perempuan yang sedang jatuh cinta akan terlihat lebih cantik berkali-kali lipat. Aku tidak pernah merasa sepercaya diri ini untuk berkata pada dunia : aku cantik.
Maaf tidak bisa memberi apa-apa. Aku sudah tidak punya apa-apa lagi. Sebab semua yang ada padaku (hati, pikiran, dan tubuh) telah tuntas kuserahkan padamu.

Malang, 08 Maret 2016

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *