Kuliner Semarang : Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok

Sebagai penggemar berat makanan nasi goreng, saya seringkali memesan nasi goreng jika sedang makan diluar. Nah, begitu tahu ternyata di Semarang ada salah satu warung Nasi Goreng yang terkenal, yaitu Nasi Goreng Babat Pak Karmin, saya jadi penasaran banget. Dan akhirnya, saya berhasil membujuk si mamas untuk mengantarkan saya ke warung Nasi Goreng Pak Karmin Mberok yang lokasinya berada di kawasan Kota Lama Kota Semarang.

Sekalipun tinggal di Batang dan Pekalongan yang jaraknya sekitar 2 jam dari Semarang, tapi saya suka menjelajahi kuliner di Semarang kalau pas sedang ada acara di Semarang. Setelah saya sempat mencoba Mie Kopyok Pak Dhuwur, kali ini saya penasaran dengan salah satu kuliner legendaris yang terkenal di Semarang, yaitu Nasi Goreng Babat Pak Karmin. Baru pada bulan Maret 2018 lalu, saya akhirnya bisa mencicipi rasa nasi goreng yang sudah ada sejak tahun 1970-an itu.

Baca juga : Kuliner Semarang : Mie Kopyok Pak Dhuwur

Pada awalnya, Pak Karmin ikut berjualan nasi goreng bersama bapaknya yang mulai membuka usaha nasi goreng sejak tahun 1950-an. Baru pada tahun 1971, Pak Karmin membuka sendiri warung nasi goreng yang berlokasi di jalan Pemuda dan dekat jembatan Mberok Semarang. Jadi, warung Pak Karmin ini berada di pinggir sungai. Jembatan Mberok ini juga berada tidak jauh dari kawasan Kota Lama Semarang. Sekalian deh kita bisa menikmati arsitektur dan suasana kota lama Semarang.

Di warung Nasi Goreng Pak Karmin Mberok ini, kita bisa memilih duduk di dalam tenda atau duduk di bawah pohon yang terletak di pinggir sungai. Saat saya ke sana pada hari sabtu siang, suasana cukup ramai dan hampir semua kursi telah terisi penuh oleh pembeli. Beruntung, saya mendapat kursi di dalam tenda dari dua orang yang baru saja selesai makan. Saat baru duduk dan memilih akan membeli apa, seorang karyawan warung Pak Karmin mendekati kami dan menginformasikan bahwa antrian nasi goreng sekitar 30 menit. Saya mengiyakan saja karena memang sejak awal penasaran.

Baca juga : Tentang Semarang dan Kenangan di antara Bangunan-Bangunan Tua

Saya dan suami memesan 1 porsi nasi goreng biasa, dengan tambahan telur dadar seharga 10.000 rupiah. Saya sengaja tidak memesan nasi goreng babat karena ingin mencoba Babat Gongso yang juga terkenal enak. Jadilah saya memesan 1 porsi Babat Gongso seharga 40.000 rupiah. Sebagai pelengkap, saya menambah pesanan dengan pete gorengย  yang dihargai 5.000 rupiah. Yang bikin senang, saya bisa mengambil acar mentimun pelengkap nasi goreng dengan sesuka hati karena tersedia dalam toples besar di atas meja. Suami sih seperti biasa tidak memesan makanan. Karena dia tahu, istrinya biasa tidak menghabiskan makanan yang dipesan. Hehehe. Untuk minumannya, kami memesan 1 gelas es tehย  karena sebelumnya saya sudah membeli es teh kemasan porsi jumbo saat mampir ke Gramedia.

Sebenarnya, rasa nasi goreng babat Pak Karmin tidak sesuai ekspektasi saya. Bukan tidak enak, tapi tidak tahu mengapa kok saya lebih suka nasi goreng babat yang saya pesan saat menginap di Hotel Tugu Indah dekat UIN Walisongo Semarang. Kurang nendang aja gitu nasi gorengnya di warung Pak Karmin. Tapi memang porsinya gede dan mengenyangkan banget. Dan, menurut saya lebih enak kalau kita pesan Babat Gongso di warung Pak Karmin. Dagingnya empuk dan bumbunya enak. Saran saya, kalau mau lebih hemat, pesan Babat Gongso-nya bisa separuh porsi. Selain itu, waktu paling pas untuk menikmati nasi goreng di sini adalah sore hari karena sekalian kita juga bisa menikmati suasana sore di sekitar kota lama Semarang. Yuuuk….Cusss ke Semarang !

Baca juga : Review Hotel Tugu Indah Airy Tugurejo Walisongo 3 Semarang

 

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Berok

  • Alamat : Jalan Pemuda (sebelah jembatan Mberok) Kota Semarang
  • Jam Buka : 08.00 s.d. 22.00 WIB
  • Harga : Rp. 10.000 s.d. Rp. 40.000

 

 

You may also like

9 Comments

  1. jadi keinget waktu ke semarang dulu mbak…keliling kota lama sambil naik becak hehehehe

    nasi goreng babat itu nasi goreng campur babat gitu ya? denger namanya aja langsung bayangin kalo bakalan enak banget hhehehe…

  2. Nasi goreng di pulau jawa banyak variannya, apa karena orang jawa terkenal pinter masak ??? hehe

    Biasa nemuin babat di Coto Makassar, nah kalau orang yang doyan babat kayak aku, pasti doyan juga sama nasgor pak Karmin ini,hehehe moga suatu hari bisa ikut maman di sini mba ๐Ÿ˜€

  3. Bukan penggemar jeroan sih, tapi nasi gorengnya kok keliatan menggiurkan banget ya mbaak ๐Ÿ˜€ Itu porsi untuk berapa orang sih? Kayaknya mending dimakan seporsi rame-rame yaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *