Manisnya Coklat di Kampung Coklat Blitar

kampung-coklat-15
​Salah satu tempat yang sedang hits di Blitar adalah Kampung Coklat. Nah, berhubung minggu ini saya dan suami sedang ada di Blitar, maka kami memutuskan untuk mampir ke sana. Kebetulan jarak dari rumah nenek saya di Tlumpu ke Kampung Coklat cukup dekat dan hanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit untuk kesana. Meskipun saya juga sudah menyiapkan mental akan keramaian di sana karena minggu ini adalah long weekend, saya cukup kaget juga dengan banyaknya pengunjung.

Dari beberapa blog dan situs di internet, akhirnya saya mendapatkan gambaran seperti apa itu Kampung Coklat. Mengusung tema Wisata Edukasi, Kampung Coklat mengalami perkembangan secara pesat. Bahkan saya sempat membandingkan bagaimana suasana dan fasilitas yang ada di blog-blog tersebut dengan pengalaman saya hari ini. Ada sedikit banyak perbedaan dengan adanya berbagai pembangunan fasilitas di Kampung Coklat.

Sejarah Kampung Coklat sendiri berawal dari kegagalan peternak ayam petelor setelah ayam-ayam itu terjangkit virus flu burung pada tahun 2004. Setelah itu, Kholid Mustofa, mulai menekuni bisnis keluarganya yang telah menanam kakao sejak tahun 2000. Saat itu, kakao yang harganya 9.000 rupiah per kg menjadi motivasi bagi Kholid Mustofa untuk mendalami tata cara bertanam kakao sehingga Kholid Mustofa memutuskan untuk magang di PTPN XII Blitar yang kemudian dilanjutkan dengan magang di Puslit Koka Jember.

Pengalaman Kholid Mustofa selama magang selama tahun 2004 menjadi bekal bagi gerakan Kakao pada tahun 2005 dengan pembuatan 75.000 bibit kakao untuk disalurkan kepada petani-petani di wilayah Blitar dan wilayah lainnya. Kholid Mustofa menekuni budidaya kakao dengan mengajak beberapa rekan yang kemudian membentuk Gapoktan Guyub Santoso.

Gapoktan Guyub Santoso berdiri sejak 1 Januari 2005. Pada perkembangannya Gapoktan Guyub Santoso membentuk badan hukum UD, CV dan KSU yang kesemuanya bernama Guyub Santoso dan bergerak di bidang pemasaran biji Kakao baik di pasar regional, nasional maupun ekspor.

Gerakan kakao semakin berkembang. Tidak hanya perkembangan budidaya kakao tapi juga adanya keterbukaan harga terhadap petani-petani kakao membuat perdagangan biji kakao semakin berkembang pesat. Hal ini menyebabkan kepercayaan diri para petani untuk memasok biji kakao ke pabrik-pabrik coklat menjadi meningkat.

Dengan semangat dan kepercayaan terhadap masa depan kakao Indonesia, dimulailah produksi coklat pada tahun 2013 dengan produksi coklat bercita rasa Indonesia. Baru pada tahun 2014, Wisata Edukasi Kampung Coklat mulai berdiri dan terus-menerus berkembang sampai saat ini.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan di kampung cokelat. Yuk kita simak suasana dan fasilitas yang ada di Kampung Coklat melalui foto-foto berikut ini.

1.Minum Es Cokelat atau Cokelat Panas

2.Terapi Ikan

3.Belajar tentangTanaman Kakao

4.Cooking Class

5.Sepeda air

6.Mendayung Perahu Kecil

7.Bermain di Istana Balon

8. Nonton Live Music

9. Bermain Baby Jumping

10. Naik Mobil/Motor Elektrik

11. Beli oleh-oleh berbahan coklat di Gallery Chocolate

Sekian dulu liputan saya di Kampung Coklat. Next Time kalo saya lagi pulang ke rumah nenek saya di Blitar, saya akan ulas tempat-tempat menarik di Blitar.

 

Kunjungi juga situs resmi Kampung Coklat : http://www.kampungcoklat.com/?page_id=726

You may also like

6 Comments

    1. Iya mas. Aku juga pas liburan kesana. Ruamee banget nget ngett. Sampai gak dapat tempat duduk. Jadi aku kesana cuma buat foto-foto aja lanjut pulang 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *