Menghabiskan Akhir Pekan di Jogja

Aku lupa kapan terakhir kali bersepeda. Tapi rasanya begitu bahagia.

jogja4Kereta yang kami tumpangi sampai di stasiun tugu pada hari sabtu 21 Februari 2016 jam 4 pagi. Setelah numpang gosok gigi dan sholat subuh di toilet stasiun, kami melakukan pemanasan dengan berjalan kaki ke Tugu Jogja untuk melihat tugu di kala fajar. Setelah pemanasan cukup, kami kembali ke stasiun Tugu. Di pintu keluar penumpang ada meja penjualan tiket shuttle minibus 11 seat menuju borobudur yang berangkat setiap jam 5, 6, dan 7 pagi. Kami memilih pemberangkatan jam 7 pagi walau minibus yang kami tumpangi berangkat lebih awal pada jam 6.40 pagi.
jogja5Tepat jam 8 pagi, kami sampai di pintu gerbang candi Borobudur. Harga tiket masuk candi borobudur adalah 30 ribu per orang dan ketika di dalam candi kami memutuskan menitipkan ransel kami di tempat penitipan barang gratis agar lebih menikmati borobudur tanpa beban berat.
jogja2Setelah itu kami memutuskan untuk menyewa sepeda agar bisa berkeliling seluruh wilayah candi Borobudur termasuk museum manohara, kandang gajah, dan lainnya. Setelah puas berkeliling, kami menonton film dokumenter tentang candi borobudur dengan durasi 20 menit. Film ini akan diputar jika melewati batas minimal penonton yaitu 5 orang.
Kami meninggalkan borobudur pada jam 11 dan menaiki becak menuju terminal bis kecil di dekat candi borobudur. Untuk angkutan pulang, memang kami mencoba naik bis agar lebih hemat. Perjalanan menuju terminal jombor memakan waktu sekitar 1,5 jam. Sesampainya di terminar jombor, kami melanjutkan naik bis trans jogja rute 2A yang melewati malioboro. Kami sampai di shuttle bis trans jogja Malioboro 2 sekitar jam 2 siang dan langsung menuju jalan Dagen untuk mencari penginapan. Setelah membandingkan harga dan kondisi kamar, kami memutuskan menginap di Family Homestay dengan rate kamar paling murah seharga 130 ribu rupiah.
jogja7Lanjut hari ke-2 (22 Februari 2016). Karena keterbatasan dana, kami memutuskan untuk city tour ke tempat-tempat di sekitar malioboro yang biasa jadi tempat tujuan wisata dan study tour pelajar dengan menaiki becak, yaitu : taman sari, masjid bawah tanah, benteng vredeburg, dan keraton Jogja.
Kami datang terlalu pagi sementara Taman sari baru buka jam 9 pagi. akhirnya kami berkeliling ke kampung disekitar taman sari menuju Masjid bawah tanah yang juga masih dikunci. Sekitar 5 menit menunggu di depan gerbang masuk, datanglah seorang bapak yang memegang kunci dan membukakan pintu untuk kami sambil berbicara setengah berbisik “nanti silahkan memberi sumbangan seikhlasnya ya”.
Usai berkeliling dan berfoto (dengan satu-satunya gerakan yoga yang aku bisa selain child pose), kami kembali ke pintu masuk Taman sari untuk menunggu loket dibuka. Ternyata loket telah dibuka sebelum jam operasioal dan kami bergegas masuk ke taman sari sebagai pengunjung pertama hari itu. Sayangnya, taman sari sedang dikuras, jadi kolam airnya tidak berisi air sama sekali.
jgogja9Sekitar jam 9 pagi, kami melanjutkan perjalanan menuju Benteng Vrederburg yang masih lumayan sepi pengunjung. Kami menyusuri Diorama-diorama yang berisi kisah perjuangan mulai jaman belanda sampai pemerintahan orde baru. Saya berfoto di depan salah satu spanduk yang berisi dukungan organisasi mahasiswa dan organisasi masyarakat, yang kemudian disebut angkatan 66, dalam mendukung upaya pembubaran PKI. Maklum, kebanyakan nonton mas ganteng Nicholas Saputra di Film Gie. hehehehe.
jogja8Perjalanan kami lanjutkan ke alun-alun dan keraton Jogja. Dari informasi di internet, saya membaca bahwa ada pertunjukan tari setiap hari minggu tapi ketika kami masuk ke dalam keraton, kami hanya mendapati suara alunan gending dan tari-tarian dari lubang kecil di tembok besar tempat saya foto. Karena suara adzan dhuhur juga sudah berkumandang, akhirnya kami memutuskan untuk keluar dari keraton dan ‘leyeh-leyeh’ di masjid agung Jogjakarta sampai jam 4 sore, yang dilanjutkan dengan berjalan-jalan dan nglesot di stasiun sambil menunggu kereta datang.
Rincian biaya hari 1
Tiket minibus damri : Rp.75.000,-
HTM candi Borobudur : Rp.30.000,-
Sewa sepeda : Rp.10.000,-
Tiket film dokumenter : Rp. 5.000,-
Becak ke terminal borobudur : Rp.10.000,-
Bis borobudur-terminal jombor : Rp.15.000,-
Bis trans jombor-malioboro : Rp. 3.600,-
Sewa penginapan (dibagi 2 org): Rp.65.000,-
Total pengeluaran hari 1 : Rp. 213.600,-
Rincian biaya hari 2
Sumbangan sukarela masjid bawah tanah : Rp. 5.000,-
Tiket masuk taman sari : Rp. 5.000,-
Tiket masuk benteng Vredeburg : Rp. 2.000,-
Tiket masuk keraton : Rp. 5.000,-
Ongkos becak seharian (1 orang) : Rp. 30.000,-
Total Pengeluaran hari ke-2 : Rp.47.000,-
*tidak termasuk makan dan pengeluaran pribadi

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *